Rabu, 12 Maret 2025
Senin, 17 Februari 2025
Arogansi Doktrin
Perdebatan para teolog Kristen di ruang media sosial hari ini lebih menunjukkan mereka seperti orang-orang dunia yang tidak memiliki kelemahlembutan Kristus, ...& perdebatan-perdebatan itu juga tampak sekali menunjukkan kesombongan & kebencian terhadap orang lain, *...piawai berbicara mengenai keselamatan, tetapi perilaku mereka tidak menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang yang pantas dihormati,* ...padahal Tuhan menghendaki kita memiliki kebenaran atau dikaiosunei atau kerohanian atau moralitas yang lebih dari tokoh-tokoh agama, yang pada waktu itu konteksnya diwakili oleh ahli Taurat, orang Farisi, imam-imam kepala agama Yahudi, ...lalu timbul pertanyaan, _“Di mana peran Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya yang dijanjikan akan membawa orang percaya kepada seluruh kebenaran?”_ ...doktrin _“keselamatan hanya dalam Kristus”_ adalah doktrin yang paling membanggakan dalam hidup orang Kristen, ...& banyak orang Kristen kalau sudah mengucapkan kalimat itu merasa sedang membela Tuhan & ada di pihak Tuhan, ...& ternyata, hal itu memicu banyak orang Kristen merasa sudah selamat & memiliki kepastian masuk surga, ...sedangkan orang di luar Kristen & siapa pun mereka yang ditentukan Allah tidak mengalami keselamatan, tidak mendapatkan bagian dalam Kerajaan Allah, ...di sini timbul arogansi doktrin, *& arogansi doktrin ini membutakan mata pikiran & pengertian, sehingga orang tidak berpikir cerdas & tidak realistis melihat kehidupan dengan segala dinamikanya,* ...sehingga, banyak orang Kristen tidak mempersoalkan apakah doktrin mengenai keselamatan yang mereka pahami itu sudah lengkap & benar-benar sesuai dengan kebenaran Alkitab atau belum, ...orang yang memiliki arogansi doktrin ini memandang orang lain (sesama orang Kristen) yang tidak memiliki ajaran yang sama, dianggap bidat, ...mereka memandang doktrin yang mereka warisi dari para teolognya sebagai sejajar dengan Alkitab, ...maka cirinya, kalau mereka membahas ajaran & doktrin, tidak lepas dari pandangan manusia, yang umurnya sudah ribuan tahun & sangat mungkin hanya efektif pada zamannya, ...hal ini sudah jelas menunjukkan bahwa konsep keselamatan yang mereka yakini dan mereka ajarkan sejatinya tidak sesuai dengan kebenaran Alkitab, ...sebab, *perilaku mereka menunjukkan kualitas atau keberadaan doktrinnya* .....met pagi smuanya 😊
Selasa, 11 Februari 2025
sejarah aliran gereja secara singkat
Baptisan memiliki sejarah panjang dan beragam dalam berbagai tradisi agama dan budaya. Berikut adalah gambaran umum tentang sejarah baptisan:
### 1. **Pra-Kristen**
- **Pembersihan Ritual**: Praktik pembersihan dengan air sudah ada dalam banyak budaya kuno, seperti Yahudi, Mesir, dan Yunani. Dalam agama Yahudi, mikveh (kolam ritual) digunakan untuk penyucian.
- **Yohanes Pembaptis**: Dalam tradisi Kristen, Yohanes Pembaptis dikenal membaptis orang di Sungai Yordan sebagai tanda pertobatan.
### 2. **Awal Kekristenan**
- **Yesus Kristus**: Yesus dibaptis oleh Yohanes, dan setelah kebangkitan-Nya, Dia memerintahkan murid-murid-Nya untuk membaptis (Matius 28:19).
- **Gereja Perdana**: Baptisan menjadi ritus inisiasi bagi orang yang masuk Kristen, melambangkan kematian dan kebangkitan bersama Kristus.
### 3. **Abad Pertengahan**
- **Baptisan Bayi**: Praktik membaptis bayi menjadi umum karena dianggap menghapus dosa asal.
- **Skisma Besar (1054)**: Gereja Timur dan Barat mengembangkan praktik baptisan yang berbeda, meski intinya tetap sama.
### 4. **Reformasi Protestan**
- **Martin Luther dan John Calvin**: Mereka mempertahankan baptisan bayi tetapi menekankan pentingnya iman.
- **Anabaptis**: Kelompok ini menolak baptisan bayi dan hanya membaptis orang dewasa yang mengaku iman.
### 5. **Modern**
- **Berbagai Denominasi**: Gereja Katolik, Ortodoks, dan banyak Protestan mempraktikkan baptisan bayi, sementara gereja seperti Baptis hanya membaptis orang dewasa.
- **Ekumenisme**: Ada upaya untuk memahami baptisan secara lebih inklusif di antara denominasi.
### 6. **Teologi dan Simbolisme**
- **Kematian dan Kebangkitan**: Baptisan melambangkan kematian terhadap dosa dan hidup baru dalam Kristus.
- **Penyucian**: Dianggap membersihkan dari dosa asal dan dosa pribadi.
- **Inisiasi**: Menandai masuknya seseorang ke dalam komunitas Kristen.
### 7. **Praktik Kontemporer**
- **Metode**: Berbagai cara digunakan, seperti menyelam, menuang, atau memercikkan air.
- **Kontekstualisasi**: Beberapa gereja mengadaptasi praktik baptisan sesuai konteks budaya.
Baptisan tetap menjadi ritus penting dalam Kekristenan, mencerminkan makna teologis yang mendalam dan sejarah yang kaya.
Senin, 03 Februari 2025
PERTOBATAN
Matius 3:2
Bertobatlah,
sebab Kerajaan Sorga sudah dekat
Kisah Para Rasul 3: 19
Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu
dihapuskan.
1. Apakah kalian pemah melakukan kesalahan yang melanggar perintah Tuhan?
Setiap manusia tidak luput dan kesalahan dan menjadi berdosa. Jika sudah terlanjur
berbuat dosa, apakah yang akan kalian lakukan? Tuhan mengajarkan jika kita
melakukan dosa segera mengakui di hadapan Tuhan, segera bertobat dan mohon pengampunan dosa kepada-Nya.
2. Kata bertobat berasal dari kata Tabat yang berarti berputar, berbalik kembali.
Bertobat adalah berbalik dan jalan dosa dan memulai melangkah pada jalan Allah yang benar. Perubahan pikiran dari yang tidak tahu, tidak mengerti, tidak sadar
akan dosanya, la memiliki keinginan untuk mengubah cara pikir lama yang berdosa,
menjadi bertekat untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Jadi bertobat atau pertobatan adalah perubahan pikiran disertai dengan penyesalan dan perubahan perilaku, perubahan cara berpikir, dan perubahan hati.
3. Tahukah kalian bahwa pertobatan melibatkan 3 hal mendasar dalam diri manusia.
Tiga hal itu adalah:
1. pikiran
2. perasaan atau emosi
3. kehendak atau keinginan.
4. Apa alasannya sehingga setiap orang percaya harus bertobat?
Alasannya: karena setiap manusia adalah orang berdosa.
5. Rasul Paulus dalam Roma 3:24 menjelaskan bahwa semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Karena manusia adalah pribadi yang lemah dan terbatas, seringkali jatuh dalam dosa, maka setiap saat harus mengakui dosa dan kesalahan di hadapan Allah.
Alasan lain yang mengharuskan seseorang untuk bertobat adalah keselamatan yang sudah diberikan Tuhan Yesus, harus disambut dengan mewujudkan hidup
dalam pertobatan.
Dalam Lukas 9: 10 dikatakan, "Sebab anak manusia datang
untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."
Yesus setia dan bersabar menunggu setiap manusia untuk datang dan menyesali dosa-dosanya.
Yohanes adalah anak dari
Bapa Zakaria, seorang imam.
Yohanes memberitakan
kedatangan Tuhan Yesus
sebelum Tuhan Yesus datang
ke dunia.
Yohanes datang ke padang
gurun Yudea dan berkotbah
tentang pertobatan. Yohanes
memakai baju dari bulu unta,
ikat pinggang dari kulit,
makanannya belalang dan
madu hutan. la berseru dan
berkata kepada banyak orang,
"Bertobatlah dari dosa-dosamu, karena Allah akan segera memerintah sebagai
Raja!"
Apa yang dikotbahkan oleh Yohanes, sama seperti yang pernah dikatakan oleh
Nabi Yesaya, "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah
jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya."
Banyak orang datang dari Yerusalem, Yudea, dan daerah di sekitar sungai Yordan,
mendengarkan pengajaran Yohanes dan mengakui dosa-dosa, mereka kemudian minta dibaptis. Termasuk orang Farisi dan Saduki ikut mendengarkan
pengajarannya, tapi tidak mau bertobat sehingga Yohanes marah kepadanya.
Dalam khotbahnya, Yohanes telah mengingatkan agar setiap orang bertobat
karena kerajaan Allah sudah dekat. (Matius 3:2)
Setiap orang yang bertobat akan memperoleh pengampunan.
Kitab Kisah Para Rasul 3: 19 menegaskan, "Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu
dihapuskan."
Orang yang telah bertobat akan memikirkan hal-hal yang baik, misalnya
Tidak memikirkan atau merancang hal-hal jahat yang dapat mencelakakan atau
melukai teman dan saudaranya.
Menggunakan mulutnya untuk mengucapkan atau mengeluarkan kata-kata yang baik.
Menunjukkan perilaku, tindakan yang benar yang berkenan kepada Allah, bukan tindakan yang jahat. Semua perbuatan kita diketahui oleh Tuhan, maka datanglah dan mohonkan pengampunan atas segala dosa, serta berjanji tidak mengulangi dosa lagi, tapi mau hidup sesuai kehendak Tuhan yang diwujudkan dalam tindakan nyata.
RADIO ONLINE
KLIK disini untuk mendengarkan radio onlinehttps://sv7.crownmediacenter.my.id/public/rhema_surgawi
Hidupmu harus berpadanan dengan Injil
Bertobat dari jalan hidup yang salah, & menghasilkan buah-buah pertobatan yang sesuai standar Allah adalah awal dari sebuah perjalanan hidup kekristenan, ...namun ironis, banyak orang Kristen sudah merasa menjadi orang Kristen yang benar karena sudah merasa bertobat meninggalkan jalan hidupnya yang salah, ...dulu suka judi atau ke tempat pelacuran atau melakukan kesalahan-kesalahan lain, sekarang sudah tidak, ...tetapi apakah pertobatan mereka itu menghasilkan buah-buah pertobatan sesuai dengan standar Allah ? ...sejujurnya, setiap kita adalah orang yang pernah salah, ...namun sekarang kita tahu bahwa *pertobatan yang benar itu ditandai dengan benar-benar hidup tidak bercela, tidak melukai & merugikan siapa pun,* ...maka Paulus mengatakan, _“Hidupmu harus berpadanan dengan Injil,”_ ...tapi, bagaimana membuat berpadanan ? ...kita sendiri yang mengusahakan, ...jangan menyentuh apa yang najis, ...siapakah yang mengusahakan untuk tidak menyentuh apa yang najis ? ...ya, kita sendiri, _...“Kuduslah kamu sebab Aku kudus,”_ artinya orang percaya dipanggil untuk hidup dalam kekudusan, ...tentu *Roh Kudus akan pimpin & tolong kita, tapi niat untuk benar-benar bertobat & menghasilkan buah-buah pertobatan harus dari kita sendiri,* ...ini berarti harus ada upaya yang sungguh-sungguh untuk memiliki kesucian hidup dalam standar Bapa, *...kebenaran Injil tidak akan dapat dimengerti oleh orang-orang yang hatinya masih bengkok & jahat, karakternya masih buruk, materialisme,* ...itulah sebabnya, sebelum Injil diberitakan oleh Yesus, Yohanes Pembaptis telah menyerukan agar bangsa itu bertobat & memberi diri dibaptis, menghasilkan buah-buah pertobatan (yang sesuai dengan standar Allah), supaya mereka siap menjadi *orang yang memiliki media yang cukup untuk menerima Injil,* ...ini merupakan sebuah tindakan yang sebenarnya radikal, ...namun ironisnya, banyak orang Kristen merasa kalau mereka lebih istimewa dibanding orang-orang beragama lain, ...mereka merasa sudah percaya Yesus sehingga memiliki keselamatan, & mati nanti pasti masuk surga, ...padahal, mereka ini belum tentu mengerti Injil, belum tentu memiliki keselamatan, karena mereka tidak memiliki pertobatan yang benar, *...ciri orang yang mengerti Injil dengan benar, pasti makin serupa dengan Tuhan Yesus,* ...kalau tidak, biarpun ia bisa membuat buku setebal papan, kalau kelakuannya tidak menunjukkan kerendahhatian, kelemahlembutan seperti Yesus, berarti ia tidak mengerti Injil, ...ingat, orang yang masuk surga adalah mereka yang melakukan kehendak Bapa, & standarnya itu seperti Yesus
Langganan:
Postingan (Atom)