Kamis, 26 Maret 2026

Don't Limit God! Let Him Do It His Way

Beberapa teman minta didoakan di doa pagi BBL, masalahnya sama: kesulitan keuangan. Penyebabnya betbeda-beda. Ada yang salah investasi bodong, crypto, meminjamkan uang tidak dibayar dsb.
Mereka terlanjur mengambil jalan keluar sesaat, menutup kerugian dengan meminjam uang dari pinjol, kartu kredit, rentenir dll.
Intinya, utangnya sudah berkembang-biak karenanya.
Lalu mereka ingin menjual rumah atau aset lain yang dimilikinya, untuk menyelesaikan hutangnya. Tidak tahan diteror siang malam oleh debt collector.
Nach di doa pagi, mereka minta didoakan agar asetnya segera terjual sehingga masalah selesai.

Tidak ada yang salah dengan rencana itu.
Tetapi dari pengalaman, jalan Tuhan bukanlah jalan kita.
Rancangan Tuhan, bukanlah rancangan kita.
Berita baiknya, rancangan Tuhan jauuuuh lebih baik daripada rancangan kita.

Bu Atresia (Ati), memiliki hutang besar karena membiayai suaminya yang sakit cukup lama, sebelum meninggal.
Saat itu, sama dengan teman-teman yang saat ini minta didoakan, Bu Ati ingin menjual rumahnya untuk melunasi hutangnya.
Beliau ikut doa pagi, tapi fokusnya selalu bagaimana caranya rumahnya segera terjual, bukan fokus mencari Tuhan dan tuntunannya.
Semakin hari semakin galau, karena rumah tidak juga laku.

Akhirnya, B. Ati sadar, dia harus *mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya maka semua yang dibutuhkan akan ditambahkan ke dalam hidupnya.*

Mulailah B. Ati datang mencari Tuhan sungguh-sungguh.
Menyerahkan permasalahannya kepada Tuhan dan memberi kesempatan bagi Tuhan untuk membereskan masalahnya.
 B. Ati sibuk menggali firman-Nya dan mengenal-Nya sesuai dengan kebenaran.
Keadaan masih seperti biasa, belum ada terobosan, tetapi ada damai sejahtera yang melampaui pikiran di dalam hatinya.

Suatu ketika ada pertemuan keluarga dari pihak alm. suami. Biasa B. Ati tidak hadir tetapi kali ini ada dorongan anak-anak ingin hadir. Ada Om dan Tante Maria di sana. Sambutan keluarga sangat baik dan penuh kasih.

Tante Maria membawa kue panada yang lezat. Lalu Tante menawari untuk mengajari B. Ati membuatnya. Konon kue panada itu, sekian tahun lalu menjadi penolong keluarga Tante Maria saat susah.

Keesokkan harinya B. Ati ke rumah Tante Maria, belajar membuat kue panada. Dan sisa bahan dibawakan pula agar B. Ati bisa berlatih membuatnya di rumah. Ketika dijual, langsung habis. Itulah awal B. Ati berjualan kue panada dan lariiis manis. Perekonomian keluarga meningkat.

B. Ati sadar dia butuh mixer agar bisa membuat dalam jumlah yang lebih banyak lagi.
Telepon dari seorang teman tiba-tiba masuk, menawari mixernya yang sudah lama tidak dipakai….
B. Ati menangis terharu….
Tuhan begitu baik. Apa pun yang dibutuhkan, Tuhan menyediakan bahkan sebelum B. Ati memintanya.

Tidak hanya itu, berjualan kue setiap hari kelihatannya tidak ada yang spektakuler, namun setiap bulan uang dikumpulkannya untuk mencicil hutangnya di bank.
B. Ati setia dan konsisten melakukannya.

*Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Tuhan pun akan mempercayakan hal-hal yang besar bagi orang yang bisa dipercaya.*

Ketika saya berjumpa, dengan penuh sukacita dan antusias B. Ati bercerita,
"B. Yenny, Puji Tuhan.... saya sudah berhasil melunasi hutang saya di bank. Sertifikat sudah ada di tangan saya sekarang. Tidak ada yang luar biasa sich bu... tetapi rejeki ada saja yang tidak terduga. Dan tanpa saya sadari, hutang yang awalnya seolah tidak mungkin terbayar, kecuali dengan menjual rumah itu, ternyata bisa dilunasi..."

Wow.... kisah nyata yang sangat membesarkan hati.
Hutang lunas dan rumah dengan sertifikatnya masih di tangan. Jauh lebih nyaman tinggal di rumah sendiri.
Bukankah jawaban doa dari Tuhan jauuuuh lebih baik melampaui apa yang bisa B. Ati pikirkan mau pun bayangkan?

Pelajarannya:
Jangan membatasi Tuhan dengan pemikiran kita.
*Don't Limit God!*
Bagian kita adalah mengenal Tuhan dan kebenaran firman-Nya, lalu bertindaklah sesuai tuntunan-Nya!
Iman tanpa petbuatan itu sia-sia.

Siap meneladaninya?

*God's way is _Better_ than your way. His plan is _Bigger_ than your plan. His dream for your life is _More_ rewarding, _More_ fulfilling, better than you've ever dreamed of. Now stay _Open_ and let God to do It _His_ way.*

*Cara Tuhan itu _Lebih Baik_ daripada caramu. Rencana-Nya _Lebih Besar_ daripada rencanamu. Impian-Nya untuk hidupmu _Lebih memuaskan_, lebih membahagiakan, dan lebih indah daripada yang pernah kamu bayangkan. Sekarang, tetaplah _Terbuka_ dan biarkan Tuhan melakukannya dengan _cara-Nya_.*

Baptisan

Baptisan memiliki sejarah panjang dan beragam dalam berbagai tradisi agama dan budaya. Berikut adalah gambaran umum tentang sejarah baptisan:

### 1. **Pra-Kristen**
   - **Pembersihan Ritual**: Praktik pembersihan dengan air sudah ada dalam banyak budaya kuno, seperti Yahudi, Mesir, dan Yunani. Dalam agama Yahudi, mikveh (kolam ritual) digunakan untuk penyucian.
   - **Yohanes Pembaptis**: Dalam tradisi Kristen, Yohanes Pembaptis dikenal membaptis orang di Sungai Yordan sebagai tanda pertobatan.

### 2. **Awal Kekristenan**
   - **Yesus Kristus**: Yesus dibaptis oleh Yohanes, dan setelah kebangkitan-Nya, Dia memerintahkan murid-murid-Nya untuk membaptis (Matius 28:19).
   - **Gereja Perdana**: Baptisan menjadi ritus inisiasi bagi orang yang masuk Kristen, melambangkan kematian dan kebangkitan bersama Kristus.

### 3. **Abad Pertengahan**
   - **Baptisan Bayi**: Praktik membaptis bayi menjadi umum karena dianggap menghapus dosa asal.
   - **Skisma Besar (1054)**: Gereja Timur dan Barat mengembangkan praktik baptisan yang berbeda, meski intinya tetap sama.

### 4. **Reformasi Protestan**
   - **Martin Luther dan John Calvin**: Mereka mempertahankan baptisan bayi tetapi menekankan pentingnya iman.
   - **Anabaptis**: Kelompok ini menolak baptisan bayi dan hanya membaptis orang dewasa yang mengaku iman.

### 5. **Modern**
   - **Berbagai Denominasi**: Gereja Katolik, Ortodoks, dan banyak Protestan mempraktikkan baptisan bayi, sementara gereja seperti Baptis hanya membaptis orang dewasa.
   - **Ekumenisme**: Ada upaya untuk memahami baptisan secara lebih inklusif di antara denominasi.

### 6. **Teologi dan Simbolisme**
   - **Kematian dan Kebangkitan**: Baptisan melambangkan kematian terhadap dosa dan hidup baru dalam Kristus.
   - **Penyucian**: Dianggap membersihkan dari dosa asal dan dosa pribadi.
   - **Inisiasi**: Menandai masuknya seseorang ke dalam komunitas Kristen.

### 7. **Praktik Kontemporer**
   - **Metode**: Berbagai cara digunakan, seperti menyelam, menuang, atau memercikkan air.
   - **Kontekstualisasi**: Beberapa gereja mengadaptasi praktik baptisan sesuai konteks budaya.

Baptisan tetap menjadi ritus penting dalam Kekristenan, mencerminkan makna teologis yang mendalam dan sejarah yang kaya.

KASIH BAGAIKAN AIR MENGALIR YANG TIADA HENTI

Pernahkah kita melihat sungai yang mengalir? Ia tidak pernah berhenti, tidak memilih tempat mana yang akan diairi – baik tanah subur maupun tanah tandus, ia tetap mengalir dengan sabar. Kasih yang kita bicarakan hari ini seperti itu: tidak pernah memilih-milih dan tanpa syarat.
 
Mungkin kita bertanya dalam hati: "Bisakah saya memiliki kasih seperti itu? Padahal saya pernah disakiti, dikecewakan, bahkan dimusuhi oleh orang lain?"
 
Jawabannya adalah IYA, KITA BISA!
 
Mengapa bisa? Karena kita bukanlah orang biasa. Kitanya adalah Anak-anak Allah. Firman Tuhan dalam Yohanes 1:12 berkata: "Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya."
 
Ciri khas utama anak Allah adalah kasih, karena ALLAH ITU ADALAH KASIH. Seperti yang tertulis dalam 1 Yohanes 4:8: "Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih." Artinya, kasih itu seperti DNA kita sebagai anak-Nya – harus ada dalam diri kita.
 
Karena Allah telah mengasihi kita dengan begitu besar, maka kita juga harus saling mengasihi (1 Yohanes 4:11). Kita telah mengenal dan percaya akan kasih-Nya, dan ketika kita tetap berada di dalam kasih, berarti kita berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita (1 Yohanes 4:16).
 
Kasih Allah yang ada di dalam kita membuat kita sempurna, sehingga kita memiliki keberanian menghadapi hari penghakiman, karena kita hidup seperti Dia di dunia ini (1 Yohanes 4:17). Di dalam kasih tidak ada ketakutan, karena kasih yang sempurna akan menghilangkan segala rasa takut (1 Yohanes 4:18).
 
Ingat selalu: kita mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasihi kita (1 Yohanes 4:19). Tidak mungkin seseorang berkata mengasihi Allah namun membenci saudaranya yang bisa dilihatnya. Karena barangsiapa tidak mengasihi saudara yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah yang tidak dilihatnya (1 Yohanes 4:20). Perintah yang jelas dari Tuhan adalah: "Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya" (1 Yohanes 4:21).
 
Mari kita jadikan kasih seperti air yang mengalir – tak pernah berhenti, tak pernah memilih, dan selalu ada untuk sesama.
 
Amin.

Rabu, 25 Maret 2026

BAPA, PUTRA DAN ROH KUDUS DALAM KEKRISTENAN

Kristen menggunakan istilah Bapa, Putra, dan Roh Kudus untuk menggambarkan konsep Tritunggal (Trinitas), yaitu keyakinan bahwa Allah adalah satu namun menyatakan diri dalam tiga pribadi yang berbeda, setara, dan kekal. Berikut adalah alasan utama penggunaannya:
 
Berdasarkan Wahyu Alkitab
 
- Dalam Matius 28:19, Yesus memberikan perintah untuk membaptis "dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus", yang menjadi dasar utama penggunaan istilah ini.
- Beberapa ayat lain juga menunjukkan keberadaan tiga pribadi tersebut secara bersama-sama, seperti pada saat pembaptisan Yesus di mana Yesus (Putra) dibaptis, suara Bapa terdengar dari surga, dan Roh Kudus turun seperti burung merpati (Matius 3:16-17).
 
Untuk Menggambarkan Sifat dan Peran Setiap Pribadi
 
- Bapa: Disebut sebagai sumber, pencipta, dan perencana segala sesuatu. Ia juga merupakan ayah yang penuh kasih yang mengutus Putranya untuk menyelamatkan manusia.
- Putra (Yesus Kristus): Adalah Firman yang menjadi daging, yang datang ke dunia untuk menebus dosa manusia melalui kematian dan kebangkitannya. Ia juga merupakan perantara antara manusia dan Bapa.
- Roh Kudus: Adalah penolong dan penghibur yang berdiam di dalam orang percaya, membantu mereka memahami Firman Allah, hidup sesuai dengan ajaran Kristus, dan memberikan karunia rohani.
 
Untuk Menunjukkan Kesatuan dan Kesetaraan
 
Meskipun tiga pribadi memiliki peran yang berbeda, mereka satu dalam kehendak, kuasa, dan sifat keilahian. Tidak ada yang lebih besar atau lebih kecil di antara mereka, dan mereka bersama-sama kekal.