Pernahkah kita melihat sungai yang mengalir? Ia tidak pernah berhenti, tidak memilih tempat mana yang akan diairi – baik tanah subur maupun tanah tandus, ia tetap mengalir dengan sabar. Kasih yang kita bicarakan hari ini seperti itu: tidak pernah memilih-milih dan tanpa syarat.
Mungkin kita bertanya dalam hati: "Bisakah saya memiliki kasih seperti itu? Padahal saya pernah disakiti, dikecewakan, bahkan dimusuhi oleh orang lain?"
Jawabannya adalah IYA, KITA BISA!
Mengapa bisa? Karena kita bukanlah orang biasa. Kitanya adalah Anak-anak Allah. Firman Tuhan dalam Yohanes 1:12 berkata: "Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya."
Ciri khas utama anak Allah adalah kasih, karena ALLAH ITU ADALAH KASIH. Seperti yang tertulis dalam 1 Yohanes 4:8: "Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih." Artinya, kasih itu seperti DNA kita sebagai anak-Nya – harus ada dalam diri kita.
Karena Allah telah mengasihi kita dengan begitu besar, maka kita juga harus saling mengasihi (1 Yohanes 4:11). Kita telah mengenal dan percaya akan kasih-Nya, dan ketika kita tetap berada di dalam kasih, berarti kita berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita (1 Yohanes 4:16).
Kasih Allah yang ada di dalam kita membuat kita sempurna, sehingga kita memiliki keberanian menghadapi hari penghakiman, karena kita hidup seperti Dia di dunia ini (1 Yohanes 4:17). Di dalam kasih tidak ada ketakutan, karena kasih yang sempurna akan menghilangkan segala rasa takut (1 Yohanes 4:18).
Ingat selalu: kita mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasihi kita (1 Yohanes 4:19). Tidak mungkin seseorang berkata mengasihi Allah namun membenci saudaranya yang bisa dilihatnya. Karena barangsiapa tidak mengasihi saudara yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah yang tidak dilihatnya (1 Yohanes 4:20). Perintah yang jelas dari Tuhan adalah: "Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya" (1 Yohanes 4:21).
Mari kita jadikan kasih seperti air yang mengalir – tak pernah berhenti, tak pernah memilih, dan selalu ada untuk sesama.
Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar